Jakarta (KABARIN) - Hyundai kembali mencuri perhatian pasar otomotif China lewat sedan listrik terbarunya, Hyundai Ioniq V, yang kini muncul dalam dokumen regulasi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Dilaporkan CarNewsChina pada Sabtu waktu setempat, model ini sebelumnya telah diperkenalkan di Auto China 2026 sebagai sedan listrik baru yang memang dikembangkan khusus untuk pasar Tiongkok.
Dari sisi desain, Ioniq V tampil dengan gaya fastback rendah, pintu frameless, pelek aerodinamis besar, serta lampu belakang lebar bergaya “star-track”. Beijing Hyundai menyebut mobil ini dirancang langsung oleh tim desain Hyundai di China agar sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.
Dimensinya cukup besar, dengan panjang 4900 mm, lebar 1890 mm, tinggi 1470 mm, serta jarak sumbu roda 2900 mm.
Berdasarkan dokumen MIIT, Hyundai menggunakan platform E-GMP yang mendukung dua pilihan powertrain: battery electric vehicle (BEV) dan extended-range electric vehicle (EREV).
Varian BEV murninya memakai arsitektur 800V yang memungkinkan pengisian daya ultra cepat.
Selain itu, mobil ini juga terintegrasi dengan berbagai teknologi mitra seperti Momenta, Qualcomm, CATL, Baidu Wenxin, hingga Volcano Engine untuk mendukung fitur kecerdasan buatan.
Di sektor kokpit, Ioniq V diperkirakan menggunakan chip Snapdragon 8295 dari Qualcomm serta dukungan AI ganda berbasis model besar.
Hyundai juga menyematkan fitur bantuan mengemudi level L2+ melalui kerja sama dengan Momenta.
Sebelumnya, CEO Hyundai Motor José Muñoz menyampaikan rencana perusahaan untuk meluncurkan 20 model baru di China dalam lima tahun ke depan, mencakup kendaraan listrik, hybrid, hingga mesin bensin.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026